Thursday, January 29, 2009

Gong Xi Fat Chai...


Imlex tahun ini saya coba menyambangi kawasan Petak Sembilan, dengan naik Transjakarta Blok M-Kota turun di halte Glodok, terus jalan kaki kurang lebih 200 meter kita udah sampe. Nuansa merah sangat kentara di sepanjang jalan, tak ketinggalan dengan indahnya lampion, kue keranjang, bunga, ikan bandeng, dan burung emprit menjadi aksesori yang unik menyambut tahun baru. 
Unik dan sedikit berpikir, mata kamera cuman terpaku pada hal-hal yang indah, komposisi, moment angle dan lain-lain... tapi otak terus berpikir, mungkin ritual keagamaan selalu jadi misteri bagi orang yang bukan penganutnya, ko aneh yah? ko bisa yah? itu yang muncul diotak ketika berada di klenteng. Toleransi mungkin kata terbaik untuk menyikapinya.
Satu lagi pemandangan yang memilukan, masalah kemiskinan di negara ini...sedih jadi saksi ratusan orang antri menunggu sebaskom angpao yang belom jelas berapa jumlah uang yang akan mereka dapatkan. Mungkin benar cuman mimpi yang bikin mereka tetap hidup, mimpi dengan segepok uang angpao walaupun yang didapet ternyata cuman seribu rupiah....
gong xi fat chai...semoga rejeki kita bertambah banyak dan bisa berbagi lebih banyak!


















Friday, October 10, 2008

nt


I' only a passanger on Noah arc's…

never know where it will take me too

but I always believe somehow

it wil take me to holyland

where I can c the truth

where everything is beautiful scene

Monday, October 6, 2008

Dance Story..

Weekend iseng...nyoba studio baru Photoism, masih bau cat dan belom ada blowernya...hehehe
makasih buat Anaz & Melly yang ga lelah bergerak terus :)






Wednesday, September 17, 2008

"Are you lost or incomplete?


Do you feel like a puzzle, you can't find your missing piece?
Tell me how do you feel?

Wednesday, August 27, 2008

Aku hanya Aku

tataplah, mungkin kamu tahu siapa aku

disini aku hanya aku

bukan yang kamu tau

kamu tertipu

tapi tidak hatiku









Tak Harus Cantik dan Mapan




Evolutionary psychology adalah cabang psikologi yang mempelajari evolusi perilaku manusia dengan menggunakan proses seleksi alam. Cabang psikologi yang dipelopori Leda Cosmides dan John Tooby ini juga mencoba memahami perbedaan perilaku laki-laki dan perempuan, dengan mengacu kepada proses seleksi alam itu. Misalnya dalam hal pemilihan pasangan, laki-laki memilih perempuan berdasarkan penampilan fisik sedangkan perempuan memilih laki-laki berdasarkan status kemapanan. Menurut Cosmides dan Tooby, hal ini semata-mata dikarenakan manusia berupaya untuk mempertahankan spesiesnya agar tidak terseleksi oleh alam. Untuk itu, manusia akan terus berusaha untuk menghasilkan keturunan.  

Oleh karena itu perempuan yang dipilih laki-laki adalah yang diprediksikan dapat memberinya keturunan. Karena perempuan tidak lagi dapat melahirkan jika sudah mencapai menopause, maka perempuan berusia muda akan cenderung dipilih laki-laki. Sementara itu rambut panjang, kulit putih, bentuk tubuh yang ‘indah’, dianggap lebih representatif untuk menggambarkan perempuan yang subur  dan memiliki kapasitas reproduktif. Meskipun aspek-aspek ini juga dipengaruhi oleh masalah budaya. Kita tentu ingat bahwa dulu kulit kuning langsat menjadi tren di negara ini sebelum akhirnya digantikan oleh kulit putih. Atau bentuk tubuh yang ‘montok’ dulunya lebih dipandang menggambarkan kesuburan, namun saat ini tubuh langsing lebih dianggap ‘feminin’.

Sementara itu, perempuan memilih laki-laki berdasarkan status kemapanan. Hal ini dikarenakan dalam proses evolusi, perempuan melahirkan dan menjaga anak di dalam gua. Kebutuhan makanan perempuan dipenuhi oleh laki-laki yang bertugas berburu dan mengumpulkan makanan. Oleh karena itu Cosmides dan Tooby meyakini bahwa perempuan lebih mencari laki-laki yang mapan.

Tentu saja evolutionary psychology banyak dikritik. Evolutionary psychology sepertinya lebih mencari penjelasan untuk fenomena yang terjadi saat ini. Jika kondisi masyarakat saat ini terbalik, tentu penjelasan mereka di atas tidak lagi masuk akal. Selain itu, evolutionary psychology seolah-olah melanggengkan budaya patriarki saja. Perempuan-perempuan harus tampil muda dan menarik untuk dapat dilirik, sedangkan laki-laki harus berusaha mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk dapat dipilih. Padahal dalam kenyataannya, penjelasan Cosmides dan Tooby juga tidak berlaku general. Relasi manusia tidak sesederhana itu, yang hanya terbangun atas unsur fisik dan harta semata. Lagipula akan sangat gawat sekali jika hanya laki-laki kaya dan perempuan cantik yang mendapatkan pasangan. -esterlianawati-


Hasil obrolan bersama seorang teman perempuan yang sangat mengerti cinta, yang sudah meminjamkan kupingnya dan mengorek isi otaknya, teman perempuan yang paham benar bagaimana memperlakukan rasa cinta. Senang rasanya ngobrol bersamanya, apalagi kalo selalu menjadi tulisan seperti ini, pencerahan, bukan pembelaan….


Monday, August 25, 2008

Tragedi Romantis

Ternyata gampang banget untuk nyampe kesana tinggal duduk di mobil, turun dari mobil jalan 2 meter keatas udah terlihat kawah Tangkuban Parahu. 
Tangkuban Parahu yang kebayang di otak, Sangkuriang lagi ngejar anjing diantara pohon-pohon sama Dayang Sumbi yang lagi nungguin perahunya jadi...hehe itu visualisasi di buku cerita SD. (SD-na dimana  si Aa?)
Nyampe disana sempet berkeliling setengah lingkaran kawah ternyata Tangkuban Parahu yang dicari ko ngga ketemu...dimana gunung yang menyerupai perahu terbalik? udah terkikis ato ngga jadi terbalik....entah lah...
Disekitar kawah diantara pohon-pohon berlekuk indah banyak terlihat pasangan yang lagi dimabuk cinta...haha sekedar berbincang atau yang lainnya sikat bleh...(mirip kaya di taman Monas...btw ngga takut dikutuk tuh...haha)
Tangkuban parahu sebenernya menarik, cuman pelayanannya kurang, ngga ada pemandu wisata, yang ada cuman peta petunjuk, ngga ada petugas yang ada cuman papan peringatan (jangan kaget kalo tiba2 ada yg jatuh ke kawah saking asyik berfoto ria...safetynya kurang). Buat yang berpetualang dengan kendaraan umum pastikan tanya dulu tarif angkutan (nego) sebelum naik....jangan ketepu...selamat berpetualang!

hatur nuhun